Pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus
bertambah diiringi dengan jumlah pendapatan,
perubahan pola konsumsi masyarakat akan protein hewani serta perubahan
paradigma peternakan, membuat subsektor peternakan ikut berperan dalam mewujudkan pembangunan sumber daya
manusia indonesia.
Sapi potong
merupakan salah satu ternak penghasil daging di Indonesia, akan tetapi
produksi daging sapi yang belum mampu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri, hal ini
disebabkan populasi dan tingkat
produktivitas ternak masih rendah. Keterbatasan ilmu pengetahuan yang membuat para peternak masih mengikuti
pola-pola tradisional, dan keterbatasan modal serta lahan yang menyebabkan para peternak sulit untuk
mengembangkan usahanya. Menurut Kariyasa (2005) Rendahnya populasi sapi potong antara lain disebabkan sebagian besar
ternak dipelihara oleh peternak berskala kecil dengan lahan dan modal terbatas.
Semakin berkembangnya pengetahuan, pendapatan masyarakat dan kesadaran akan
kebutuhan gizi, permintaan daging dari berbagai jenis ternak potong dari tahun
ke tahun meningkat. Peternak
ahir-ahir ini sudah mengusahakan ternak sapi untuk mengejar produksi daging.
PT Widodo
Makmur Perkasa, Cianjur merupakan salah satu
Perusahaan sapi potong yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan daging
dalam negeri. Dengan demikian, Perusahaan ini bergerak dibidang penggemukan dan pembibitan (breeding). PT Widodo Makmur Perkasa, Cianjur secara khusus mendatangkan sapi potong berkualitas dari Australia. Sapi sapi
dipelihara secara intensif selama ± 3 bulan dengan memberi pakan berupa
konsentrat dan hijauan yang bernutrisi tinggi sehingga pertambahan bobot badan
sapi cepat meningkat.
Sejalan dengan meningkatannya produksi daging sapi potong namun
apabila tidak diikuti manajemen penanganan limbah yang baik akan merugikan peternak itu sendiri dan lingkungan sekitar.
Sistem penanganan limbah yang
dilakukan di PT Widodo Makmur Perkasa, Cianjur adalah feses yang berada dikandang fattening langsung bersihkan dengan menggunakan dorongan kayu dan mobil Bobcat, kemudian feses yang sudah dibersihkan dialirkan melalui selokan menuju bak penampungan limbah. Feses yang sudah berada kolam penampungan
limbah akan dibiarkan terlebih dahulu setelah itu
barulah dimulai proses pengolahan limbah feses
tersebut menjadi pupuk kandang.
Uraian diatas memberi sedikit
gambaran pentingnya manajemen pemeliharaan dan penanganan limbah sapi potong.
Keberlangsungan usaha peternakan sapi potong tidak bisa dilepaskan dari
manajemen yang baik dan pengelolaan yang baik pula, untuk mengetahui
permasalahan dalam dunia peternakan sapi potong maka dipilih PT Widodo Makmur
Perkasa, Cianjur, Jawa Barat sebagai tempat Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT. Widodo Makmur Perkasa, Cianjur, Jawa Barat
dilaksanakan denganan tujuan mengetahui dan memahami tata cara pemeliharaan dan
penanganan limbah yang ada di perusahaan tersebut. Disamping itu, PKL II juga bertujuan untuk menimba ilmu dan pengalaman yang belum dapat serta mengaplikasikan
dan mengembangkan pengetahuan yang diprole
Tidak ada komentar:
Posting Komentar